Sensus & Survei BPS - BPS Tolikara
Info
Umum
Website BPS Tolikara Kembali Beraksi
Sensus & Survei BPS »
Sensus & Survei BPS
Uraian singkat tentang sensus dan survei di Badan Pusat Statistik.

9 Februari 2012
1. Sensus Penduduk
Pada tahun 2010 lalu, BPS telah melaksanakan sensus terbesarnya yaitu Sensus Penduduk (SP) 2010. SP merupakan pendataan yang mencakup seluruh penduduk Republik Indonesia, baik Warga Negara Indonesia (WNI) ataupun Warga Negara Asing (WNA), yang tinggal dalam wilayah geografis Indonesia, baik yang bertempat tinggal tetap maupun yang tidak bertempat tinggal tetap. Anggota korps diplomatik negara lain beserta keluarganya, meskipun menetap di wilayah geografis Indonesia, tidak dicakup dalam pencacahan sensus penduduk.

Sebenarnya kegiatan sensus ini pernah dilaksanakan pada masa sebelum Indonesia merdeka oleh Pemerintah Hindia Belanda yaitu pada tahun 1930. Selanjutnya setelah Indonesia merdeka telah dilakukan 5 kali sensus penduduk, yaitu pada tahun 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000 - dan untuk seterusnya dilakukan pada setiap tahun yang berakhiran '0'.

2. Sensus Pertanian
Sensus Pertanian (ST) adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh petani, rumah tangga pertanian, dan perusahaan pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik pertanian pada saat tertentu. Data yang dikumpulkan antara lain luas lahan yang dikuasai, luas lahan yang diusahakan, sub sektor kegiatan, tenaga kerja yang digunakan dan sejenisnya. ST diadakan pada setiap tahun yang betakhiran '3'.

3. Sensus Ekonomi
Sensus Ekonomi (SE) adalah cara pengumpulan data yang dilakukan melalui pencacahan seluruh usaha dan atau perusahaan non pertanian di wilayah Republik Indonesia untuk memperoleh karakteristik usaha dan atau perusahaan pada saat tertentu. Data yang dikumpulkan antara lain produksi/omset, jumlah tenaga yang dipekerjakan, dan sejenisnya. SE diadakan pada setiap tahun yang berakhiran '6'.

4. Susenas
Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) bertujuan untuk mendapatkan data berkaitan dengan kesejahteraan rakyat. Susenas telah diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 1963 tiap 3 bulan sekali.

Tahun 1992, melalui Susenas dilaksanakan pengumpulan data kor (pokok) dan data modul (khusus). Data kor yang mencakup data demografi, pendidikan, kesehatan/gizi, perumahan, konsumsi/pengeluaran rumah tangga, pendapatan, dan sosial ekonomi lainnya dikumpulkan setiap tahun; sedangkan pengumpulan data modul yang mencakup data konsumsi/pengeluaran rumah tangga, sosial budaya dan pendidikan, serta perumahan dan kesehatan dikumpulkan setiap 3 tahun secara bergiliran.

Tahun 2007 (Maret), Susenas mengumpulkan data modul konsumsi dan pengeluaran rumah tangga yang diharapkan menjadi Susenas Panel dengan jumlah sampel 68.800 rumahtangga yang mampu menyajikan angka kemiskinan hingga level provinsi. Dalam kegiatan ini pula, pendataan lapangan dilakukan secara tim dengan harapan agar data yang dikumpulkan dapat diperoleh lebih cepat dan kualitasnya diharapkan dapat lebih baik.

5. Sakernas
Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) dirancang khusus untuk mengumpulkan data yang dapat menggambarkan keadaan umum ketenagakerjaan antar periode pencacahan. Tujuannya adalah menyediakan data pokok ketenagakerjaan yang berkesinambungan yang meliputi jumlah penduduk yang bekerja, pengangguran, dan penduduk yang pernah berhenti/pindah bekerja, serta perkembangannya di tingkat kabupaten/kota, provinsi maupun nasional.

Dengan semakin mendesaknya tuntutan data ketenagakerjaan baik variasi, kontinuitas, kemutakhiran dan peningkatan akurasi data yang dihasilkan maka pengumpulan data Sakernas mulai tahun 2011 dilakukan secara triwulanan yaitu: bulan Februari, Mei, Agustus, dan November yang penyajian datanya dirancang sampai tingkat provinsi.

6. Podes
Pendataan Potensi Desa (Podes) merupakan satu-satunya sumber data tematik berbasis wilayah yang mampu menggambarkan potensi suatu wilayah setingkat desa di seluruh Indonesia. Data Podes tersebut dapat diolah sehingga dihasilkan informasi penting berbasis wilayah untuk berbagai keperluan oleh berbagai pihak yang membutuhkan. Sebagai contoh, data Podes digunakan untuk mengidentifikasi desa yang masih diklasifikasikan sebagai desa tertinggal dan diduga sebagai wilayah yang dihuni oleh penduduk miskin. Sejalan dengan waktu, kebutuhan terhadap data dan informasi kewilayahan hingga wilayah terkecil dirasakan semakin beragam dan mendesak untuk bisa dipenuhi.

Pendataan Podes telah dilaksanakan sejak tahun 1980 bersamaan dengan penyelenggaraan Sensus Penduduk 1980. Pengumpulan data Podes dilakukan sebanyak 3 (tiga) kali dalam kurun waktu 10 tahun, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Sensus Penduduk, Sensus Pertanian dan Sensus Ekonomi. Namun demikian sejak tahun 2008, pendataan Podes dilaksanakan secara independen dari rangkaian kegiatan sensus. Kuesioner yang digunakan juga sebanyak 3 (tiga) jenis, yaitu kuesioner desa, kuesioner kecamatan dan kuesioner kabupaten/kota. Hal ini dilakukan demi menjaga akurasi dan kelengkapan data.

Pada tahun 2011 ini, Podes tidak terkait dengan manajemen pelaksanaan Sensus Pertanian 2013. Namun demikian kuesioner yang digunakan dilengkapi beberapa pertanyaan terkait pertanian yang bertujuan untuk membantu kelancaran pelaksanaan Sensus Pertanian. Selain itu pendataan Podes kali ini sedikit berbeda dengan pendataan Podes sebelumnya karena Podes 2011 diintegrasikan dengan Sensus Infrastruktur Desa. Sensus Infrastruktur Desa dilaksanakan untuk mengumpulkan data kualitas infrastruktur fasilitas kesehatan dan pendidikan negeri yang ada di desa. Fasilitas kesehatan yang didata adalah: Puskesmas, Pustu, Poskesdes, Polindes, dan Posyandu. Fasilitas pendidikan yang didata adalah semua sekolah negeri SD/sederajat, SMP/sederajat dan SMU/sederajat.

7. PPLS
Program Pendataan Perlindungan Sosial dimaksudkan untuk mendapatkan jumlah masyarakat miskin dengan kondisi sosial ekonomi terbawah secara nasional. PPLS pertama kali dilaksanakan oleh BPS pada tahun 2008. Pada saat itu, PPLS bertujuan untuk melakukan pemutakhiran basis data Rumah Tangga Sasaran Bantuan Langsung Tunai (RTSBLT). Data tersebut telah digunakan oleh pemerintah untuk berbagai program perlindungan sosial, seperti Jamainan Kesehatan Masyarakat (JamKesMas), Program Keluarga Harapan (PKH), Beras untuk Orang Miskin (Raskin), Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dan lainnya.
© 2013 Badan Pusat Statistik Tolikara BPS Republik Indonesia     BPS Provinsi Papua
Jalan Kota Baru, Kamp. Gurikme, Distrik Karubaga, Kab. Tolikara, Papua | bps9418@bps.go.id | @BPS_Tolikara