Ekspor/Impor (1)
Fertilitas (12)
Indeks Harga Perdagangan Besar (1)
Indeks Tendensi Bisnis (3)
Indeks Tendensi Konsumen (3)
Inflasi (4)
Kemiskinan (6)
Kependudukan (3)
Kesehatan (1)
Ketenagakerjaan (5)
Migrasi (6)
Morbiditas (4)
Mortalitas (9)
Nilai Tukar Petani (4)
PDB/PDRB (7)
Pembangunan Manusia (3)
Pendidikan (7)
Indeks Harga yang Diterima Petani (It) - BPS Tolikara
Indeks Harga yang Diterima Petani (It)
Nilai produksi yang dijual petani dari tiap jenis barang hasil pertanian tanaman bahan makanan dan perkebunan rakyat.
It terdiri dari:
  • Indeks Subsektor Tanaman Pangan:
    • Indeks Kelompok Tanaman Padi
    • Indeks Kelompok Tanaman Palawija
  • Indeks Subsektor Tanaman Hortikultura:
    • Indeks Kelompok Tanaman Sayur-sayuran
    • Indeks Kelompok Tanaman Buah-buahan
  • Indeks Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (TPR):
    • Indeks Kelompok Tanaman Perkebunan Rakyat
  • Indeks Subsektor Peternakan:
    • Indeks Kelompok Ternak Besar
    • Indeks Kelompok Ternak Kecil
    • Indeks Kelompok Unggas
    • Indeks Kelompok Hasil Ternak
  • Indeks Subsektor Perikanan:
    • Indeks Kelompok Penangkapan
    • Indeks Kelompok Budidaya
Manfaat
Dari indeks harga yang diterima petani (It) dapat dilihat fluktuasi harga barang-barang yang dihasilkan petani. Indeks ini digunakan juga sebagai data penunjang dalam penghitungan pendapatan sektor pertanian.

Rumus
Dimana:
It :Indeks harga bulan ke t baik It maupun Ib
Pti :Harga bulan ke t untuk jenis barang ke i
P(t-1)i :Harga bulan ke (t-1) untuk jenis barang ke i
Pti/P(t-1)i :Relatif harga bulan ke t dibanding ke (t-1) untuk jenis barang ke i
Poi :Harga pada tahun dasar untuk jenis barang ke-i
Qoi :Kuantitas pada tahun dasar untuk jenis barang ke-i
m :Banyak jenis barang yang tercakup dalam paket komoditas

Interpretasi
Semakin tinggi nilai It maka semakin tinggi nilai produksi yang dihasilkan petani, sedangkan bila semakin turun maka pendapatan yang diterima petani makin rendah. Misalnya IT provinsi Jawa Timur turun dari 581,86 persen (September 2002) menjadi 572,78 persen (Oktober 2002) karena adanya penurunan harga sayuran dan buah-buahan.

Sumber Data
Sensus Pertanian

Level Penyajian
Nasional, Provinsi, dan Kabupaten

Publikasi
Statistik Nilai Tukar Petani, Indikator Pertanian, Statistik Tanaman Pangan

Penyedia Informasi
Direktorat Statistik Harga.

Keterbatasan
It hanya merujuk rumah tangga petani tanaman bahan makanan dan perkebunan rakyat saja sehingga tidak bisa dijadikan penciri pendapatan rumah tangga tani secara umum. Selain itu, It hanya bisa mengakomodir pendapatan rumah tangga tani dari usaha bahan makanan dan perkebunan padahal dalam realitanya, RT petani juga mendapat pendapatan dari usaha peternakan atau perikanan atau non pertanian.

Implementasi

No.

Provinsi

Juli  2003 (1993=100)

Agustus 2003 (1993=100)

 

 

IT

IB

NTP

IT

IB

NTP

1

Jawa Barat

577.77

455,00

126.98

595.96

456.03

130.68

2

Jawa Tengah

576.77

493.57

116.86

608.07

503.28

120.82

3

DI. Yogyakarta

579.16

434.8

133.20

590.83

440.56

134.11

4

Jawa Timur

672.94

572.44

117.56

661.26

594.88

111.16

5

N. Aceh Darussalam

505.26

439.16

115.05

509.56

445.30

114.43

6

Sumatera Utara

568.02

577.86

98.30

-

-

-

7

Sumatera Barat

443.76

488.23

90.89

443.33

490.79

90.33

8

Sumatera Selatan

267.06

373.04

71.59

266.16

373.80

71.20

9

Lampung

280.09

387.92

72.20

282.59

394.14

71.70

10

Bali

663.59

460.43

144.12

652.80

463.28

140.91

11

Nusa Tenggara Barat

472.82

569.28

83.06

476.52

572.91

83.18

12

Kalimantan Selatan

406.68

394.66

103.05

410.63

389.64

105.39

13

Sulawesi Utara

446.82

525.54

85.02

445.64

527.49

84.48

14

Sulawesi Selatan

560.60

477.21

117.47

565.08

478.98

117.98

 

Nasional

554.29

487.41

113.72

565.16

490.35

115.26

Sumber: Badan Pusat Statistik

Indeks harga yang diterima petani (IT) digunakan untuk mengetahui fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan petani. Secara nasional IT bulan Agustus  2003 naik dibandingkan bulan sebelumnya yaitu dari 554,29 persen (Juli 2003) menjadi 565,16 persen. Peningkatan tersebut merupakan akibat dari adanya peningkatan harga komoditas tanaman bahan makanan yang cukup besar meskipun harga komoditas tanaman perkebunan rakyat justru turun. 

Sumber: Deptan, 2003, Buletin Nilai Tukar Petani.

© 2013 Badan Pusat Statistik Tolikara BPS Republik Indonesia     BPS Provinsi Papua
Jalan Kota Baru, Kamp. Gurikme, Distrik Karubaga, Kab. Tolikara, Papua | bps9418@bps.go.id | @BPS_Tolikara